Kuliah (GAK) Kuliah

Halo, aneh sih ini postingan pertama blognya isinya curhat.
Yaaaa tapi gapapa karena orang butuh katarsis dari tumpukan emosinya.
Huah mulai dari mana yaa?

Beban Anak Tunggal mungkin...
Hmm.. kata orang jadi anak tunggal itu enak, dimanja dan bisa dapetin apa aja yang dimau.
Stigmanya adalah anak tunggal itu manja dan egois keterlaluan. Hehe.. ya mungkin sedikit benar soal egois. Tapi apa yaa, orang ga tau betapa berat beban anak tunggal hehe. Harus jadi anak baik dan diharapkan jadi sesuatu yang berhasil dan hasilnya haruslah baik. Karena kitalah satu-satunya harapan orang tua. Ga mau kan orang tua terlihat buruk karena dianggap ga becus urus anak. Terlebih lagi anaknya itu cuma satu.

Singkatnya, setelah lulus kuliah S1. Saya dapat tawaran untuk kuliah S2. Yay, enak sih jarang-jarang orang dapat kesempatan untuk meneruskan kuliah seperti ini. Sayangnya saya ketika itu inginnya mencari kerja. Namun, karena orang tua saya menganjurkan untuk meneruskan kuliah dengan alasan nanti akan susah lagi kalau ga langsung. Akhirnya saya mengikuti (kembali) harapan orang tua. Selama menjalani kuliah ini saya merasa tidak senang dan lebih banyak merasa terpaksa sampai dengan menangis setiap kali mengerjakan tugas. Berat rasanya menjalani hal yang sebenarnya bukan keinginan saya. Bagaimana lagi saya harus membuat orang tua saya senang.

Sampai sekarang saya merasa sedih tanpa ujung, selalu mempertanyakan apakah ini memang yang paling baik untuk saya? atau hanya ingin membuat orang lain senang saja padahal dalam hati rasanya terpenjara )'':
Saya takut kuliah ini malah bikin saya ga bisa jadi "orang". Ditambah lagi kuliah saya ini membuat saya kesulitan untuk bekerja dan menyita waktu banyak dan terbuang.

Bingung harus bagaimana?
Kadang ingin untuk tidak dilahirkan ke dunia, tapi rasanya salah bila berpikiran seperti itu. Bagaikan manusia tak tau rasa terima kasih sudah dibesarkan susah payah oleh kedua orang tua.
Rasanya juga ingin ganti identitas dan pindah ke tempat yang baru dan asing. Memulai semuanya dari nol. Terlalu banyak masalah yang saya pendam dan tak diceritakan pada orang lain. Karena takut dan saya yakin orang lain tidak ada yang peduli dan cenderung menyepelekan apa yang saya rasa dan orang-orang tersebut termasuk kedua orang tua saya. Saya harus memasang topeng saya senang dan saya kuat terus menerus (mungkin samapi saya benar-benar menjadi kuat). Hahaha ngalor ngidul, ya seenggaknya dengan di sini saya bisa menumpahkan apa yang saya rasa tanpa merasa dihakimi dan dinilai sebagai pribadi yang lemah dan tak mau berusaha atau mungkin pribadi yang tak bersyukur.

Hanya bisa menangis di tengah malam, sebelum tertidur.

Comments